Sarawak – Provinsi Kalimantan Timur kembali mengharumkan nama daerah di tingkat internasional. Kafilah Benua Etam berhasil meraih gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional Bandaraya Borneo 2026 yang berlangsung di Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 26–29 Oktober 2026.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Timur sekaligus menunjukkan hasil pembinaan peserta dalam bidang seni baca dan hafalan Al-Qur’an. Prestasi ini juga memperkuat kiprah Benua Etam dalam ajang keagamaan di kawasan Borneo.
Plt. Karo Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah mengatakan MTQ Internasional Bandaraya Borneo 2026 diikuti peserta dari sejumlah wilayah di kawasan Borneo. Sembilan peserta dari berbagai wilayah, yakni Kuching dan Miri di Sarawak, Kota Kinabalu di Sabah, Brunei Darussalam, serta empat provinsi di Indonesia, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.
“Kompetisi tersebut mempertandingkan dua cabang, yakni Tilawah Dewasa dan Hafazan Al-Qur’an kategori 15–30 juz. Dalam persaingan tersebut, peserta Kalimantan Timur berhasil menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa pulang sejumlah gelar juara,” bebernya.
Lanjut ia katakan pada cabang Hafazan Al-Qur’an putra, Kalimantan Timur berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Kota Kinabalu, Sabah, sedangkan Kalimantan Selatan meraih juara ketiga.
Sementara pada cabang Hafazan Al-Qur’an putri, juara pertama diraih Kuching, Sarawak. Kalimantan Timur menempati posisi kedua, disusul Miri, Sarawak, di posisi ketiga.
Prestasi gemilang juga diraih Kalimantan Timur pada cabang Tilawah Al-Qur’an perempuan dengan menempati posisi juara pertama. Posisi juara kedua diraih Pontianak, Kalimantan Barat, sedangkan juara ketiga diraih Kuching, Sarawak.
Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Tuan Yang Terutama Yang di-Pertua Negeri Sarawak, Tun Pehin Sri Dr. Haji Wan Junaidi bin Tuanku Jaafar.
Ia menyebutkan keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Selain menunjukkan kualitas peserta dalam bidang tilawah dan hafazan Al-Qur’an, capaian tersebut juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan generasi Qurani di daerah.
“Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta dan masyarakat Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat pembinaan generasi Qurani. Prestasi di panggung internasional diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an, tidak hanya melalui kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga dengan memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(Diskominfo Kaltim)