SAMARINDA -- Operator provinsi dan kabupaten/kota se Kaltim diberikan pelatihan operasional Aplikasi E-MTQ, E-Maqro, dan E-Scoring.
Pelatihan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh daerah mengenai mekanisme dan tata cara penggunaan E-MTQ yang digunakan untuk proses pendaftaran peserta, pencabutan maqra melalui E-Maqro, dan proses penilaian melalui E-Scoring.Musabaqoh Tilawatil Qur'an XLVI Provinsi Kaltim Tahun 2026.
"Ini bagian tahapan persiapan menuju Perhelatan MTQ XLVI tingkat Provinsi Kaltim tahun 2026. Sama seperti tahun lalu seluruh prosesnya dilakukan secara digital," sebut Sekretaris LPTQ Provinsi Kalimantan Timur H. Rudi Kartono saat membuka Pelatihan Aplikasi E-MTQ bagi operator kabupaten/kota se Kaltim, di Sekretariat LPTQ Kaltim, Jumat (2/10/2026).
H Rudi Kartono yang didampingi Wakil Sekretaris I Muhammad Hamsani, Wakil Sekretaris II Ethy Santi menyebut pelatihan menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama RI Ambari Julianto dan Faisal Muhammad.
Salah satu tahapan terpenting pelaksanaan yakni pendaftaran yang dilakukan secara digital melalui E-MTQ untuk memudahkan proses pendaftaran dan verifikasi data calon peserta.
Termasuk sebagai langkah untuk menumbuhkan ruang tumbuh dan berkontribusi nyata di daerah. Maksudnya agar daerah mengirimkan peserta yang memang benar-benar hasil pembinaan asal daerah tersebut.
"Sesuai arah kebijakan LPTQ bertanggung jawab pengembangan dan menjaga aset generasi Qurani. Gilirannya melahiran dai, tokoh agama, termasuk pelatih-pelatih berkualitas di daerah," sebutnya.
Wakil Ketua III LPTQ Kaltim H Moh Jauhar Efendi menyebut yang sangat penting dan strategis dalam proses pembinaan berkelanjutan.
" Harus satu bahasa dan konsisten dengan aturan yang berlaku. Pelaksanaan tingkat provinsi merupakan tahapan menuju tingkat nasional sehingga perlu mengikuti ketentuan yang berlaku di tingkat Nasional," sebutnya.
LPTQ, kata dia tidak ada kepentingan siapa pun juara. Mekanisme yang dilakukan untuk mencari bibit persiapan nasional. "Kita tidak ada kepentingan apa hasilnya itu yang dibina untuk mengikuti tingkat nasional," tandasnya.(LPTQ Kaltim/Arif Maulana)