TENGGARONG – Ketua Lembaga
Pengembagan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim Sri Wahyuni meminta panitia segera
menyiapkan buku pedoman kegiatan dan mendistribusikannya sebelum 19 November
2026 atau sebelum pelaksanaan technical meeting (TM).
Demikian ditegaskan Sri Wahyuni saat menghadiri Ekspose Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) XLVI Tingkat Provinsi Kaltim di Pendopo Odah Etam, Rumah Jabatan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (3/11/2026). Sri Wahyuni hadir didampingi Wakil Ketua II Dasmiah, Wakil Ketua III Moh Jauhar Efendi, Sekretaris Umum Rudi Kartono, Wakil Sekretaris I Muhammad Hamsani, Wakil Sekretaris II Etty Susanti, serta Anggota Bidang Perhakiman Munawarah, dan Fuad Fansyuri.
“Menurut saya buku pedoman ini
harus segara dibuat dan didistrubusikan ke kabupaten/kota, sehingga dapat
dibaca serta dipahami oleh seluruh kafilah dari kabupaten/kota,”seru Sri
Wahyuni yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim ini.
Buku pedoman tersebut, sambung dia harus memuat susunan agenda dan jadwal kegiatan secara lengkap dan terperinci. Nantinya menjadi petunjuk dan pegangan setiap kafilah mulai dari kedatangan hingga kepulangan.
Terkait lokasi perlombaan, ia mengapresiasi pemilihan sejumlah venue yang dinilai sebagai lokasi terbaik di Kukar dengan fasilitas memadai. Namun, panitia diingatkan agar menyiapkan petugas liaison officer (LO) dan Dinas Perhubungan (Dishub) di setiap venue.
"Mengingat setiap kafilah
akan datang menjelang waktu tampil, petugas harus membantu memudahkan akses
menuju venue agar peserta tidak mengalami kesulitan saat parkir maupun memasuki
lokasi lomba. Sediakan juga posko kesehatan di setiap venue," pesannya.
Selain kesiapan lokasi, ia juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana, terutama perangkat digital yang dibutuhkan untuk penerapan e-Maqra secara daring, baik bagi dewan hakim maupun penonton.
"Tata tempat dan pengaturan venue juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu peserta saat berlomba maupun dewan hakim ketika melakukan penilaian," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar
MTQH menjadi syiar Islam yang dapat diketahui dan disaksikan masyarakat luas,
khususnya umat Islam di Kalimantan Timur.
Selain memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan langsung perlombaan di setiap venue, panitia juga diminta menyediakan siaran langsung (live streaming) melalui kanal resmi MTQH. Dengan demikian, masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pelaksanaan lomba hingga penutupan.
Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama LPTQ Kukar dalam menyelenggarakan MTQH XLVI. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kita sudah mendengarkan tadi hospitality atau keramahtamahan yang dipersiapkan Kutai Kartanegara untuk menyambut dan melayani kafilah dari kabupaten/kota se-Kaltim. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih. Mari kita sukseskan penyelenggaraan MTQH XLVI di Tanah Bertuah Kutai Kartanegara," ujar Sri Wahyuni.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah
Kabupaten Kukar sekaligus Ketua LPTQ Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa MTQH
XLVI Tingkat Provinsi Kaltim akan berlangsung pada 3–11 Desember 2026.
"Kami berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik serta menjadi tuan rumah yang hangat dan berkesan bagi para kafilah dari kabupaten/kota," ujar Sunggono.
MTQH XLVI Provinsi Kaltim 2026 diperkirakan diikuti sekitar 1.200 peserta dari 10 kabupaten/kota.
Sebanyak 12 arena lomba telah disiapkan, termasuk arena pembukaan dan penutupan. Lokasi perlombaan tersebar di sejumlah tempat, antara lain halaman Kantor Bupati Kukar, Sekretariat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar, Gedung Serbaguna Kantor Bupati Kukar, kubah selatan dan utara Masjid Agung, Aula Bappeda Kukar lantai I, ruang aula serbaguna, gedung futsal dan gedung taekwondo Dispora Kukar, serta ruang auditorium RSUD Aji Muhammad Parikesit.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, MTQH XLVI mengusung maskot Keroan Dengsanak Qur'an (KDQ) dengan tema "Dengan Berkah MTQH di Tanah Bertuah, Mari Kita Wujudkan Generasi Emas Kalimantan Timur 2026".(LPTQ Kaltim/*/Arf)